Penerapan Biosecurity di Tambak Udang: Pembersihan dan Sterilisasi

Jala | Wildan Gayuh Zulfikar

26 April 2023

Salah satu upaya untuk menghindari serangan penyakit pada budidaya udang adalah dengan menerapkan biosecurity. Penerapan biosecurity dalam budidaya udang mempunyai beberapa manfaat antara lain memperkecil resiko infeksi penyakit, mendeteksi secara dini adanya wabah penyakit, menekan kerugian yang lebih besar apabila terjadi kasus wabah penyakit, dan penyebarannya dari suatu tempat ke tempat lainnya.

Penerapan biosecurity di tambak udang dapat dimulai dengan menjaga kebersihan media dan sarana-prasarana budidaya. Keduanya dilakukan dengan protokol pembersihan dan sterilisasi.

Pembersihan kolam dan fasilitas budidaya

Pembersihan merupakan perlakuan untuk melepaskan organisme yang menempel pada bagian permukaaan dinding dan dasar kolam atau perlengkapan budidaya setelah budidaya selesai atau saat persiapan menuju siklus budidaya berikutnya. Peralatan harus rutin dibersihkan dan didesinfeksi agar terbebas dari virus atau bakteri.

Pembersihan dilakukan dengan bantuan alat berupa sikat plastik untuk membersihkan lumut, sedangkan untuk pembersihan teritip atau organisme yang menempel lebih kuat dengan menggunakan alat yang keras dan tumpul seperti bilah bambu.

Waktu pembersihan sebaiknya dilakukan siang hari dimana kondisi plastik benar-benar kering sehingga organisme penempel mudah lepas. Setiap peralatan yang selesai dibersihkan kemudian dibiarkan kering di bawah sinar matahari. Pengeringan dapat berguna untuk memutus siklus patogen atau bibit penyebab terjadinya penyakit.

Sterilisasi media budidaya

Sterilisasi adalah proses penghilangan semua organisme yang ada dalam media (kolam maupun air) budidaya pada saat persiapan media. Sterilisasi sangat tergantung jenis bahan desinfektannya dan kondisi media yang akan disterilkan. Sterilisasi setidaknya dapat dilakukan pada dua objek, yaitu air dan peralatan tambak.

Sterilisasi air merupakan langkah penting dalam penerapan biosecurity karena pada langkah ini semua pembawa (carrier) dibasmi sehingga dapat menekan virus dan membunuh mikroba. Sterilisasi air dilakukan di tambak-tambak pemeliharaan sebelum ditebar udang.

Penularan penyakit juga dapat terjadi melalui perantara peralatan tambak yang digunakan seperti kincir, jaring, water quality meter, dan peralatan lainnya. Alat-alat tersebut perlu disterilkan untuk mencegah penularan penyakit. Sterilisasi alat ini semakin krusial terutama pada kolam yang pada siklus sebelumnya terinfeksi penyakit.

Prosedur melakukan desinfeksi pada lapisan/dinding kolam plastik dapat menggunakan kaporit (klorin) atau TCCA menyesuaikan dengan kondisi air sumber dan luasan kolam. Prosedur melakukan desinfeksi pada lapisan/dinding kolam beton menggunakan HCl 50% yang disiramkan ke seluruh permukaan pelataran dan dinding kolam. Untuk efektivitas kerja desinfektan sebaiknya dilakukan pada siang hari saat terik matahari tinggi.

Penerapan biosecurity dalam setiap aspek budidaya udang

Penerapan biosecurity dilakukan pada semua fase dalam budidaya yaitu sejak persiapan lahan, tebar benur, pembesaran, dan panen serta persiapan siklus budidaya selanjutnya. Biosecurity juga mencakup semua fasilitas yang ada bebas dari organisme penyebab penyakit. Tujuan dari biosecurity antara lain:

  1. Mencegah masuknya penyakit dari luar sistem budidaya melalui air, hewan, manusia, dan peralatan,
  2. Mencegah penyebaran penyakit dari tempat ditemukannya penyakit ke tempat lain,
  3. Mencegah penyebaran penyakit dari kolam ke lingkungan di sekitarnya,
  4. Mencegah penyakit menginfeksi dari satu siklus budidaya ke siklus budidaya berikutnya.

Menerapkan pengelolaan kebersihan di sekitar fasilitas budidaya sangat penting sebagai bagian dari penerapan biosecurity. Perhatikan sampah dan limbah dengan mendaur ulang atau membuangnya ke tempat yang tidak akan mencemari kolam budidaya maupun lingkungan sekitar. Selain itu, karyawan atau teknisi lapangan budidaya harus dijaga kebersihannya, baik badan maupun pakaian, dalam setiap aktivitasnya.

Biosecurity harus menjadi bagian utama dalam budidaya udang. Penerapan biosecurity membutuhkan kesadaran dan kebiasaan agar dapat mengurangi resiko yang tidak diinginkan.

 

Referensi:
Lotz,  J. M. (1997).  Viruses, biosecurity and specific pathogen-free stocks in shrimp aquaculture.  World  J.  Microbiol. Biotechnol. 13, 405–413
Tacon, A.G.J. 2013. Biosecure Shrimp Feeds & Feeding Strategies of the Future. Aquahana.
Lees, D. and S, McDonald. 2016. Options to Strengthen On-farm Biosecurity Management for Commercial and Non-commercial Aquaculture. Ministry for Primary Industries - New Zealand.
Aqua Deals. 2017. Best Management Practices for Biosecurity & Shrimp Health Management.
Ramxel. 2010. Shrimp Farming Management: Biosecurity.